Skip to content

Pantai Nglambor

January 28, 2017

img_4464_2

Beberapa waktu yang lalu kami kedatangan tamu, a family friend, Mbak Achha sekeluarga. Di hari kedua mereka di Jogja, Mbak Achha bilang kalau anak-anak ingin main di pantai. Hayuklah, kita ke pantai…! Setelah browsing sana sini, pilihan kami jatuh pada Pantai Nglambor yang berlokasi di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul.

Perjalanan dari Kota Jogja sampe ke Wonosari kurang lebih memakan waktu 1,5 jam lalu dilanjutkan ke lokasi pantai yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari Wonosari. Lama? Iya, soalnya Pantai Nglambor ini letaknya di ujung gugusan pantai. Saat memasuki kawasan pantai Nglambor & Siung (iya, 2 pantai ini lokasinya deketan) kami menjumpai loket pembayaran retribusi. Bayar-bayar dulu sebentar, lalu lanjut lagi ke lokasi yang ternyata masih lumayan jauh. Sesampainya di lokasi, ternyata kami tidak langsung bisa ngeliat pantainya. Dari lokasi parkir kendaraan kami masih harus lanjutkan perjalanan dengan ojek, karena lokasi pantainya berada di bawah dan tidak bisa dijangkau dengan mobil karena jalannya sempit dan curam.

Naah, ketika sudah sampai dan laut sudah di depan mata, hilang sudah semua jenuh dan lelah selama perjalanan. Semua terbayar, lunas. Pantainya sendiri enggak terlalu besar, kecil malahan menurut saya kalau dibandingkan dengan Pantai Indrayanti. Tapi jangan salah, entah kenapa saya justru merasa nyaman di sini. Nggak perlu berlama-lama, nakcita sudah narik-narik mau main air. Pada waktu itu kami tiba di sana sekitar pukul 14:00 dan ombak tidak terlalu besar. Anak-anak (nakcita dan putra-putri Mbak Achha) puas banget main air.

blog1

img_4495_2_blog

Ternyata selain bisa main pasir, main air atau berenang, di sana juga menawarkan paket snorkeling. Lokasi snorkelingnya sendiri masih di bibir pantai, tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dalam. Masih sebatas pinggang orang dewasa aja. Pemandangan bawah airnya bagus banget, ikan berwarna warni dan juga karang. sembari menunggu keluarga Mbak Achha snorkeling, saya menemani nakcita dan Mas Fino (putra bungsu Mbak Achha) main pasir. Setelah ngeliat foto-foto hasil snorkeling Mbak Achha saya langsung nyesel nggak ikutan snorkeling. Next time saya harus bawa bala bantuan buat nemenin nakcita :D.

blog2[lokasi snorkeling yang nggak jauh dari bibir pantai]

img_4543_blog[nakcita & Mas Fino]

img_4558_2_blog[yang katanya lagi bikin “yumah papacoss” (rumah paw patrols) :D]

Fee :
-. Retribusi masuk : kurang lebih 5,000 per orang (sorry, lupa persisnya berapa) & 10,000 – 15,000 untuk mobil.
-. Ojek : 5,000 dari parkir mobil ke pantai & 10,000 arah sebaliknya
-. Sewa tikar & payung : 30,000
-. Paket snorkeling : 45,000 per orang sudah termasuk sewa alat, instruktur, dan paket foto.

Tips :
-. Usahakan makan dulu di kota Wonosari, karena sepanjang perjalanan Wonosari – Nglambor jarang sekali ada warung makan (more tips you’ll thank me later : try “Nasi Merah Pari Gogo” *wink*)
-. Bawa perbekalan (makanan & cemilan) untuk anak-anak, karena di lokasi pantai cuma ada 1 penjual makanan ringan dan waktu itu beliau hanya jual kopi dan mie instan.

Menjelang 3 Tahun

January 27, 2017

Nggak kerasa nakcita sudah hampir 3 tahun usianya dan berarti sudah hampir 4 tahun kami tinggal di Jogja, tapi belum pernah sekalipun nulis soal tempat-tempat atau kegiatan favorit nakcita selama ini. Jadi, posting kali ini (setelah sekian lama) jadi semacam recap atas hal-hal tersebut di atas 😛

1. FAFT by APDC Indonesia

Sooo, yang pertama adalah kegiatan nakcita sehari-hari : “sekolah”. Not literally sekolah sih, main-main bareng sambil belajar tepatnya. Sudah hampir 3 bulan belakangan nakcita ikut yang namanya Fun Activity For Toddler yang diadakan oleh APDC Indonesia (by Ibu Analisa Widyaningrum). Kegiatannya sendiri sangat beragam : cooking class, renang, sepak bola, tenis, dance dan (sempat ada) karate. What?! Nakcita ikut sepak bola? Lha ya why not 😀 Nakcita sendiri kalau ditanya paling suka kegiatan apa, jawabnya langsung “sepak bola sama dance” (hmm.. not too girly but also not too masculine, eh? :D). Guru pendamping dan pelatihnya super sabar dan “kids-friendly” (laah dikata fitur barang elektronik), nggak jarang Om & Tante harus membujuk anak yang ngambek atau tiba-tiba mogok nggak mau ikut kegiatan.

Awalnya niat kami masukin nakcita ke “sekolah” ini adalah supaya nakcita punya teman sebaya karena tetangga di lingkungan rumah kami kebanyakan sudah eyang-eyang. Jarang ada yang sebaya dengan nakcita, jadi dia sering main sendiri lalu jadi susah berinteraksi dengan teman sebaya. Tapi setelah berjalan beberapa kali pertemuan, ternyata nakcita enjoy banget ikut FAFT ini. Pernah suatu ketika saya lagi kurang sehat padahal hari itu ada jadwal sekolah. Saya bilang ke nakcita kalau hari itu nggak usah masuk sekolah aja, eeeeeh… dia-nya ngambek, minta berangkat sekolah. Ya sudah lah, kalau anak udah semangat gitu, mamak lagi sakit pun juga dijabanin berangkat nganter, ya kan??

whatsapp-image-2017-01-27-at-13-05-04

2. Sobo Sawah by @raisingamontessorian

Awalnya cuma silent reader akun instagramnya Mbak Dina, lalu pas ada pengumuman playdate langsung tertarik. Sayangnya waktu playdate pertama dilaksanakan kebetulan kami sedang keluar kota. Nggak berapa lama lalu Mbak Dina bikin acara playdate kedua, temanya “Sobo Sawah”. Tanpa pikir panjang langsung daftar ikutan. Waktu hari-H, kami datang kepagian, literally kepagian 😀 tapi untungnya ada juga peserta yang juga kepagian hehehe…

Pertama ketemu teman-teman, nakcita masih malu-malu. Setelah perkenalan peserta, lalu dilanjutkan dengan “ngluku kalau bahasa jawanya, naik kerbau sambil membajak sawah (cmiiw). Naah, setelah naik kerbau ini, nakcita lalu gaspol :D. Minta ikutan mas Akta nyemplung ke kalen (sungai kecil di antara pematang sawah) dan enggak mau udahan. Juga waktu kegiatan berikutnya yaitu menanam padi. Wuah, udah girang banget ketemu lumpur. Kayaknya nakcita lebih lama main lumpurnya daripada menanam padi :D. Bajunya? Jangan ditanyaaa… pastinya penuh lumpur dan sudah nggak keliatan warna aslinya. Udah jadi abu-abu :)). Serunya lagi, yang berkotor ria enggak cuma anak-anaknya aja, bapak & ibunya pun. Panas, bau, kotor, semuanya enggak kerasa, yang penting anak hepiii… ^_^

whatsapp-image-2017-01-27-at-13-25-01[mukanya nakcita takut-takut gitu :D]

[whatsapp-image-2017-01-27-at-13-26-55[lalu dia hepi abis (kebaca kan dari ekspresinya nakcita) bisa nyemplung]

[whatsapp-image-2017-01-27-at-13-28-05[belajar menanam padi]

3. Wisata alam

Nah, kegiatan favoritnya nakcita ketiga adalah wisata alam. Sebenernya sih ya, sama seperti jutaan anak kecil lainnya, kalau ditanya nakcita mau main ke mana, jawabnya pasti “ke emol Ma”. Tapi kan mamak bosaan, emol lagi emol lagi. Ujung-ujungnya minta mainan *sigh*.

Jogja sendiri sepertinya lagi giat menggalakkan pariwisata alamnya. Sekarang tujuan wisata alam nggak cuma Kaliurang aja, ada Hutan Pinus Mangunan, gugusan pantai di Gunung Kidul, ada Hutan Mangrove di Kulon Progo, dan masih banyak tujuan wisata lainnya.

Untuk yang satu ini, kita simpan dulu yak, mudah-mudahan bisa jadi beberapa posting lain di blog ini hehehe…. Tapi teaser dikit boleh lah.. 😛

whatsapp-image-2017-01-27-at-13-38-01

Well, see yaa..!!!

 

[Review] Goodiebag Part 3 : UP! Shoes, Chocolatereeneu

June 19, 2016

Yay! Bagian terakhir dari review goodiebag March Babies Turning ChooChoo kemarin. Kali ini @kelasmaret mendapatkan voucher diskon dari UP! Shoes dan Chocolatereeneu Hampers.

UP! Shoes

Siapa yang enggak kenal sama blogger Diana Rikasari dan sepatunya yang unik. Beruntungnya kami, UP! Shoes bersedia menjadi salah satu sponsor acara @kelasmaret dengan memberikan voucher diskon. Tentunya tidak disia-siakan oleh mama-mama @kelasmaret. Setelah hari gajian tiba, langsung pada berbondong-bondong berbelanja sepatu baru di UP! 😀 Inilah hasil jarahan para mama @kelasmaret :

IMG_0694*pics taken from : ig @anggithawm*

Selain desainnya yang unik dan menarik, sepatunya pun enak dipakai. Makanya para mama @kelasmaret tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli produk-produk dari UP! Shoes. Sudah terbukti sih ya…. Terima kasih banyak UP! Shoes :* Bagi yang mau berbelanja UP! Shoes juga bisa langsung kunjungi website mereka di sini.

 

Chocolatereeneu Hampers

Voucher berikutnya yang kami dapat adalah dari Chocolatereeneu, produsen hampers atau sering dikenal dengan istilah suvenir. Kalau melihat dari portofolionya di akun instagram mereka, barang yang mereka produksi ngga cuma itu-itu saja. Maksud saya bukan cuma barang-barang yang sudah lumrah dijadikan suvenir seperti handuk atau mug. Mereka bisa menyediakan barang-barang sesuai permintaan pembeli dan bisa di-customize sesuai keinginan. Lucu deh!

IMG_0701*pics taken from : ig @chocolatereeneu*

Bagi teman-teman yang sedang kebingungan mencari alternatif barang untuk hampers acara, silahkan intip akun instagram Chocolatereeneu di sini.

[Review] Goodiebag Part 2 : Taetea Lovers, Yowiz

June 19, 2016

Dari 3 tas goodiebag yang didapat dari acara March Babies Turning ChooChoo kemarin selain berisi barang atau voucher, ada juga yang berupa makanan. Dua diantaranya adalah Taetea Lovers dan Yowiz :

Taetea Lovers

Dari namanya sudah sedikit menggambarkan jenis produknya ya. Benar, ini adalah produk teh susu atau milk tea. Varian rasanya beragam, namun yang sempat saya coba kemarin adalah varian Green Tea. Biasanya saya enggak terlalu suka produk olahan yang menggunakan rasa Green Tea, even KitKat Green Tea yang tersohor itupun saya kurang suka. Tapi, entah kenapa Green Tea dari Taetea Lovers ini beda. Rasanya segar! Baru kali ini saya minum produk Green Tea sampai nambah dua kali (rakus juga sih ya :D). Saking banyaknya botol Taetea Lovers yang dikirimkan pada saat acara, kami (para mama @kelasmaret) sampai membawa pulang minuman ini. Tidak tanggung-tanggung masing-masing dari kami mebawa lebih dari 1 botol. Sesampainya saya di rumah, saya bagikan ke orang-orang di rumah dan mereka pada suka juga! Khususnya ibu mertua saya, beliau sampai bilang “beli lagi aja mbak” ke saya padahal beliau tergolong orang yang tidak suka jajan.

DSC_7668-28

DSC_7648-22

*all pics above : by @rhistaaw*

Selain meminum produknya pada saat acara dan membawa pulang beberapa botol, saya juga dapat voucher diskon Taetea Lovers hasil dari pengundian doorprize. Yaay!! Voucher diskon ini bisa digunakan untuk pembelian produk Taetea Lovers jika mereka mengadakan bazaar. Sayangnya ketika itu mereka sedang tidak mengadakan bazaar dan saya sudah harus kembali ke Jogja. Tapi untunglah, masa berlaku voucher ini masih lama. Next time saya ke Jakarta dan kalau Taetea sedang ada bazaar saya pasti akan menggunakan voucher ini. Sepertinya tanpa voucher diskon pun saya akan kembali membeli produk Taetea Lovers ini jika saya sedang “pulang kampung” ke Jakarta. Produk lain dari Taetea Lovers bisa dikulik-kulik di akun instagram mereka di sini.

 

YoWiz!

YoWiz kepanjangan dari Yogurt Wiz. Ya, ini adalah produk yogurt atau susu asam berbagai rasa. Apa bedanya sama produk yogurt lain di pasaran? Yogurt ini dikemas seperti es-lilin, bukan dalam botol seperti produk lain, dan disajikan dingin atau beku. Anak kecil mana yang enggak tertarik dengan es lilin, ya kan?

NakCita dengan latar belakangnya yang intoleran laktosa sampai umur 1 tahun, sampai sekarang susah banget kalau disuruh minum susu. Apalagi yogurt yang rasanya lebih asam. Tapi ajaib, waktu dia coba yogurt YoWiz ini dia DOYAN. Oooooh mama was very very happy!!! Waktu saya coba makan, dalam hati saya bilang “Ooo..pantesan cita doyan, rasanya ngga terlalu asem, bahkan cenderung manis”.

IMG_0690

Seperti halnya Taetea, YoWiz juga engga tanggung-tanggung mengirimkan produknya di acara March Babies Turning ChooChoo kemarin. Satu kontainer penuh!! Walhasil, mama @kelasmaret bahkan sampai bisa membawa 5 pack (satu pack isi 5 yogurt) untuk dibawa pulang, selain yang dimakan di tempat tentunya. Sampai di rumah, YoWiz-nya saya masukkan freezer lalu saya bilang ke seisi rumah kalau di freezer ada yogurt enak. Besoknya, waktu saya buka freezer, cuma TINGGAL 2 PACK saja. Ternyata, anak-anak kakak ipar saya pada doyan juga hihihihi…. Jadilah, YoWiz yang saya bawa itu habis tak bersisa dalam 2 hari saja. Oh, andaikan bisa dibawa perjalanan ke Jogja, saya pasti udah pesen lagi waktu itu. Hiks…..

 

[Review] Gudily

June 19, 2016

Salah satu kegiatan dalam acara March Babies Turning ChooChoo kemarin adalah kreasi washi tape. Siapa sangka dari selotip bisa jadi berbagai macam karya. Bisa untuk menghias gambar, belajar menempel, bahkan untuk DIY make-over lemari pakaian (lirik mama Aksara). Washi tape yang digunakan kemarin adalah dari Gudily.

Jujur, saya baru tahu produk Gudily ini pada saat acara. Sebelumnya saya enggak pernah kepikiran untuk menghias sesuatu dengan menggunakan selotip. Tapi waktu kenal Gudily, ya ampun koleksi washi tape nya sungguh lucu dan gemesin. Rasanya pengen beli semuanya lalu ditempel ke lemari nakCita supaya enggak monoton warnanya hihihi..

Pada waktu acara kemarin pun anak-anak juga senang menempel pakai washi tape ini. Bahkan ada orangtua yang ikut ketagihan, mama papa Caltha sampai melanjutkan acara menempelnya saat sudah di rumah. Saya peringatkan ya, awas ketagihan dan kalap kalau belanja di Gudily 😉 hihihihi…

20160504_155416-1

*pic from : princeacrossthestreet.blogspot.com (minjem yak bu Pat :D)*

DSC_7867-69-1

*pic : by @rhistaaw*

DSC_7871-71

*pic : by @rhistaaw*

[Review] Babyloania & Pustakalana

June 19, 2016

Salah satu sudut yang bikin susah move on dari acara March Babies Turning ChooChoo kemarin adalah Reading Corner-nya. Reading corner ini persembahan dari Babyloania & Pustakalana Children’s Library dan didekor dengan cantik oleh tim Up & Up. NakCita betah banget ngendon di sini, bahkan dia memilih duduk sambil buka-buka buku daripada main di playground. Buku yang disediakan banyak banget, yang paling dia suka adalah buku tentang bentuk bangun, buku bersampul warna ungu yang entah apa judul bukunya (saya lupa :D). Kemana-mana buku ini dia bawa, sampai waktu dia makan kue pun dibawa. Justru saya yang takut kalau bukunya sampai robek atau kotor kena makanan.

Reading corner minimalis, cuma ada satu meja, dua bangku, dan karpet, namun dihias sedemikian rupa hingga terasa nyaman dan bikin anak-anak betah berlama-lama di situ. Seingat saya enggak cuma nakCita yang susah move-on dari tempat ini, tapi juga Mada, Kelly, dan Jedediah. Ah, sorry Jed, waktu itu bukunya direbut sama nakCita. Suatu saat kalau sudah punya homebase rasanya pengen bikin reading corner juga di rumah. Kebetulan saya dan suami suka baca, semoga kelak nakCita pun suka baca.

DSC_7710-36

*pic : by @rhistaaw*

DSC_8045-103

*pic : by @rhistaaw*

IMG_9331

[Review] Goodiebag Part 1 : Wangsa Jelita, Mini Ale

June 19, 2016

Masih inget senengnya waktu acara March Babies Turning ChooChoo bahwa kita pulang sambil bawa bukan 1 atau 2 tapi 3 goodiebag!! Kali ini saya mau review soal isi goodiebag kami yang pertama :

Wangsa Jelita : Buzz The Bugs Off

Pasti udah tau dong soal Wangsa Jelita dan produk beauty oil nya. Selain almond oil yang sudah terbukti oke dalam membantu menghilangkan bekas-bekas jerawat dan menjaga kelembaban kulit, ternyata Buzz The Bugs Off juga masuk di jajaran favorite-oil saya.

NakCita ini kulitnya termasuk sensitif sama gigitan serangga. Sekalinya kena gigitan bakal susah ilangnya, apalagi kalau digaruk sama nakCita, ujung-ujungnya pasti jadi luka dan susah ilang bekasnya. Jadi, setiap habis mandi, sebelum tidur, atau sebelum main di tempat-tempat outdoor saya selalu oleskan lotion anti nyamuk. Protektif berlebihan ya? Begitulah saya, hehehe..

Pertama kali nyoba si Buzz The Bugs Off ini karena dapet dari isi goodiebag acara @kelasmaret kemarin. Kebetulan waktu itu lotion anti nyamuk yang biasa dipakai nakCita lagi abis. Beruntung waktu saya bongkar goodiebag ada si Bugs Off ini, kebetulan yang sangat menyenangkan. Ternyata Bugs Off ini manjur buat nakCita, sehabis main di taman sama temen-temennya nakCita pulang tanpa satupun gigitan serangga di badannya. Me likey this!! Udah gitu baunya enak, baunya seperti sereh namun lebih segar, enggak seperti lotion anti nyamuknya nakCita yang biasanya. Me lovey this much!! Definitely bakal order kalo yang ini udah abis.

Mini Ale

Brand batik anak khusus perempuan ini dengan sungguh murah hatinya bagi-bagi satu baju untuk member @kelasmaret yang perempuan. Model bajunya lucu dan unik, bahannya juga enak dipakai sama anak-anak.

  *pic credit by : @anggithawm, @instandied, @nanieng

Namanya juga anak-anak ya, tingkahnya pun lagi seneng-senengnya manjat sana sini. Kadang saya suka heran, nakCita ini perempuan tapi tingkahnya engga kalah blangsakan sama sepupu-sepupunya yang laki-laki. Nah, dress dari Mini Ale ini mendukung sama tingkah polahnya nakCita, bahannya nyerap keringat dan bikin nakCita bebas bergerak.

Walaupun kali ini kami dapet Mini Ale gratis, tapi kalaupun beli harganya juga ngga bikin kantong bolong. Untuk belanja Mini Ale bisa dikulik-kulik di akun instagram mereka. Kayaknya saya bakal belanja sering beli batik anak di sini deh hihihi.