Skip to content

Sebuah Cerita : Dian

February 3, 2011

Huwaaaa… sudah jam setengah sembilan malam!!! Matilah aku!!!

Kutarik lengan Galih, pacarku, menjauh dari keramaian.
“Galih, ayo pulang”, kataku setengah berteriak.
“Kenapa? Baru jam segini” protes Galih.
“Aku cuma ijin sampai jam 9 sama orangtuaku”, kataku.
“Yaah..padahal baru mulai ramai ni pestanya, masak kita mau pulang sih”, sergah Galih.
“Duh, maaf..aku tau ini ultah sobat kamu, tapi aku ingin first impression kamu baik di depan orangtuaku. Kita jangan pulang malam-malam yah..”, pintaku.
“Hmm..baiklah kalau begitu, demi nama baik di depan calon mertua”, ujar Galih sambil tersenyum.

Segera setelah kami berhasil menemukan kawan Galih yang berulangtahun, kami pamit pulang. Aku masih sempat bersalam-salaman dengan beberapa teman yang baru datang. Sambil sedikit berbasa-basi. Huuft..jadi orang yang banyak kawan memang terkadang sedikit merepotkan.

Aku masuk ke dalam mobil Galih sambil kemudian melepas sepatuku.
“Akhirnyaaaaa……” ujarku.
“Kamu kenapa?”, tanya Galih sambil menoleh padaku.
“Hak tinggi ini nyiksa kakiku sayaaang…”, kataku sambil menunjuk sepatu yang sudah kulepas.
“Hehehe.. ya kenapa kamu ngga pakai sepatu flat aja sih?”, tanya Galih.
“Aduuh sayaang..nanti kita disangka kakak-adik lagii. Dikira kamu lagi jalan bareng adik kamu, kamu kan tinggi gitu. Aku kan pendek…”, aku merajuk.
“Hihihihi…aduuh Diaan, kamu itu ngga pendek, tapi imut..”, rayu Galih sambil memencet hidungku.

Aku tersenyum lebar mendengar rayuan Galih. Meskipun aku tau dia hanya berusaha membuat aku nyaman, tapi aku menyukai caranya. Kupikir-pikir, cara Galih menyenangkan aku mirip seperti Papa Mamaku. Mereka masih tampak mesra dan masih seperti anak muda di usia pernikahan mereka yang sudah hampir seperempat abad. Orangtuaku adalah role-model ku. Aku ingin suatu saat nanti aku punya kehidupan pernikahan seperti orangtuaku. Hangat dan mesra.

Tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang bergetar di dalam tas. Di layar ponsel tertera nama Papa memanggil. Segera kuangkat telepon dari Papa.
“Halo, Assalamu’alaikum.” aku mengawali pembicaraan.
“Wa’alaikum salam.” jawab si Papa dari seberang sana
“Ini lagi meluncur ke rumah, Kapt!”, ujarku.
“Lho? Belum ditanya apa-apa kok??” tanyaku si Papa
“Ah, ya apal lah, Pah. Apalagi yang ditanya si Papah, selain Dimana Kamu Sekarang? atau Jangan Pulang Malam!”, jawabku sambil menggoda Papa tersayangku itu.
“Papah kan pengen tanya, gimana cuaca hari ini?” Papaku mulai menggoda.
“Naik apa kamu?” tanyaku Papa lagi.
“Dianter nih..” jawabku.
“Eh, Pah. Ehmm… Ah ya udah deh,” aku membatalkan niatku untuk berbicara.
“Iya udah. Papah udah ngerti. Nanti Papah tinggal minta laporannya aja sama Mamah. Ya udah hati-hati di jalan,” ujar Papa sambil menutup perbincangan.

Ah, Papa memang mengerti apa maksud hatiku. Aku tersenyum dalam hati.

Galih mulai menstarter mobil dan aku memencet tombol Power di dashboard mobilnya. Kucari gelombang radio kesukaanku. Ah, radio ini sedang memutar lagu kesukaanku. Sambil bernyanyi-nyanyi, aku ngobrol ringan dengan Galih. Membicarakan banyak hal. Menyenangkan sekali rasanya ngobrol dengan Galih. Pengetahuannya yang luas dan minatnya akan banyak hal membuatku tidak pernah kehabisan bahan obrolan dengannya. Tiba-tiba aku merasa kepanasan. Sambil susah payah, kulepas sweater yang membungkus tubuhku.

“Kenapa dilepas?”, tanya Galih.
“Panas nih..” ujarku.
“Hehe..iya, AC mobil lagi kurang dingin nih, maaf ya sayaang. Besok aku akan ke bengkel.” kata Galih.
“it’s oke my dear…” kataku masih sambil berusaha melepas sweaterku.

Mataku baru saja terbuka karena sweater itu baru saja kusingkap dari mukaku, dan berhasil kulepas dari tubuhku. Saat itulah kudengar suara klakson yang nyaring dan sangat kencang. Aku juga sempat mendengar suara rem dan suara teriakan orang. BRAAAAAAKKKKK….!!!
Dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap….

—OOO—-
Sebuah Cerita yang sebaiknya juga dibaca😀

5 Comments leave one →
  1. February 4, 2011 8:19 am

    wah papanya kyk papaku,tkg nelp :))

    • cicianggitha permalink*
      February 4, 2011 10:14 am

      tapi cuma papamu yg sms nya satu huruf😀

  2. February 7, 2011 9:29 am

    wah semacam Babel ini ya?

    • cicianggitha permalink*
      February 7, 2011 12:51 pm

      hehehe… berminat gabung kang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s