Skip to content

book reviews

May 3, 2013

Kapan hari pernah janji via Path ke mbak Putri tentang review buku-buku yang lagi dibaca akhir-akhir ini. Biasanya novel yang saya baca sih nggak jauh-jauh dari novel detektif macam Hercule Poirot, Sherlock Holmes, dan kawan-kawannya. Cuma, akhir-akhir ini lagi pengen baca buku “menye-menye” (ini istilah saya sendiri buat nyebut romance novels). Ini beberapa novel yang saya baca belakangan :

  1. Something From Tiffany’s – Β Melissa Hill
    melissahills
    *gambar diambil dari sini*

    Mulai dari chapter awal sampai ke tengah ceritanya nggak bisa ditebak.
    Full of surprises. Sedangkan chapter-chapter akhir sedikit bisa ditebak. Kind of happy-ending romance-novel.Semuanya berawal dari Tiffany’s… which girl that doesn’t know this famous store anyway?
    I personally think that something from Tiffany’s is every girls’ dream (yes, count me in)πŸ˜€
    Twisting story about a ring that end up to someone that should not be wearing just because a little incident happens in the middle of its journey.
    Yeph this book is all about finding the ring and the one who should be wearing it.

    Buat saya, ini termasuk buku yang “once you open it you can’t stop read it until its last page”.πŸ˜€ Nagih dan bikin penasaran…
    4 STAR for this novel

  2. Time of My Life – Cecelia Ahern
    ceceliaahern
    *gambar diambil dari
    sini*

    Not much to say, sepertinya saya overexpected karena berharap novel ini seseru PS.I Love You.
    Tapi ternyata alurnya monoton yang pada akhirnya bikin saya bosan.
    Novel ini juga bikin saya terus menerus baca halamannya satu persatu dari awal, bukan karena ceritanya menarik tapi karena nggak faham apa maksud ceritanya. Semakin dibaca, semakin nggak faham. Akhirnya menyerah di chapter pertengahan dan langsung lompat di chapter akhir.Lucy, tokoh utama di novel ini, diceritakan sebagai seorang perempuan yang tertutup dan tidak mudah menghadapi masalah dalam hidupnya. Pada awal cerita, Lucy mendapat undangan konseling dengan Life, seseorang yang awalnya saya nggak paham dia-itu-siapa atau bahkan dia-itu-beneran-nyata-atau-enggak tapi pada akhirnya saya baru paham bahwa dia adalah laki-laki yang bernama Cosmo Brown. Dari sini sebenarnya ceritanya sudah ketebak akhirnya Lucy bisa me-manage hidupnya dengan baik dan kembali menjalin hubungan baik dengan keluarga dan teman-temannya.

    Sebenarnya saya termasuk penyuka karyanya Cecelia Ahern, cuma yang satu ini kurang bisa memuaskan saya layaknya “PS.I Love You” atau “Love, Rosie”. Mungkin juga karena pada waktu saya baca buku ini kondisinya saya lagi pengen baca buku yang ringan, yang terlalu mikir banyak hehehehehehe… *cupu lah sayah*πŸ˜€

    2.5 STAR for this novel.

  3. I’ve Got Your Number – Sophie Kinsella
    sophikinsella*gambar diambil dari sini*Seperti biasa Sophie Kinsella memang jagonya nulis chick-lit. Ceritanya enteng dan banyak kejadian yang nggak terduga, bahkan sampai halaman-halaman akhir.
  4. Inti ceritanya sepertinya mirip dengan novel pertama yang saya review di atas, ada sesuatu barang yang tertukar. Kali ini adalah sebuah handphone yang kebetulan milik Personal Assistant seorang laki-laki bernama Sam Roxton. Poppy Wyatt, seorang therapist yang kebetulan sedang dilanda kesialan berturut-turut kehilangan cincin tunangan lalu kehilangan handphone, menemukan handphone milik PA Sam Roxton tadi di tempat sampah.Awalnya saya berpikir kalau alur ceritanya bakalan mudah ditebak, tapi ternyata saya salah. Semakin saya baca, semakin menarik dan ada hal-hal yang nggak terduga yang muncul di beberapa bagian di novel ini.

    Fun, romantic, a little bit unrealisic -but who cares anyway-, and full of surprises.
    4 STAR for this novel.

Baru tiga buku itulah yang saya baca semenjak saya “nginjek” tanah Jogja. Di Jogja saya agak kesulitan nyari novel ataupun buku bacaan yang masih dalam bahasa inggris. Pilihan toko bukunya nggak banyak, cuma ada satu Periplus. Kalau di Jakarta saya masih bisa kelayapan ke Books-and-Beyond (Times), Aksara, Kinokuniya, atau Periplus. Sebenernya saya pernah dapet saran dari seorang teman buat beli buku secara online. Tapi saya termasuk tipikal pembaca yang harus megang bukunya dulu baru dibeli. Saya harus baca review di sampul belakangnya, saya harus liat covernya (so much for “dont judge a book by its cover, eh? :p), etcetera etcetera. Jadi kalau untuk buku bacaan, i prefer not to buy it online. Repot sendiri kan jadinya, maunya sih milih buku sambil dipegang tapi toko bukunya cuma satu.πŸ˜€

Sekarang saya lagi nunggu Inferno – Dan Brown, katanya sih pertengahan Mei baru masuk Indonesia.
Semoga nggak lama lagi…

One Comment leave one →
  1. aldi permalink
    May 13, 2013 11:24 am

    Kisah lain tentang turunan trah Pandawa yang sakti mandraguna dan tanpa tanding. Bila dalam buku sebelumnya sang pengarang memilihkan cerita anak2 Bimasena (Gatotkaca, Antasena, Antareja), kali ini dikisahkanlah Wisanggeni, si anak Arjuna..
    Arjuna yg tampan rupawan ternyata mampu memikat anak Batara Surya, hingga lahirlah Wisanggeni yang ditolakk kehadirannya oleh penghuni kahyangan. Merasa terbuang, Wisanggeni mempunyai sifat yg sedikit berbeda dari turunan Pandawa lainnya, meledak2 dan penuh emosi

    lumayan seru, walo engga seseru kisah Gatotkaca, satu hal yg disayangkan, penulis tampaknya ingin membuat korelasi dengan novel2 sebelumnya, hanyasayang korelasi dibuat dengan cara mengulang cerita hingga hampir 1/4 buku,jadinya agak membosankan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: