Skip to content

tentang kulit

May 12, 2013

so much for “kulit kinclong”.

Terkadang pertanyaan yang sering muncul ketika acara “kumpul ibu-ibu” adalah :
“perawatan di mana mbak? bagus kulit wajahnya”

Buat saya, merawat muka itu penting walaupun kadang suka malas.πŸ˜€.
Dulu waktu saya masih SMP, wajah saya berjerawat hebat. Namanya juga masih remaja, segala macem obat jerawat dan sabun muka yang ada di majalah dibeli dan dicoba. Sampai akhirnya suatu ketika mama saya nyerah, “udah dek, kita ke dokter aja”.

Waktu itu dokter bilang : “kulit kamu ini tipis dan gampang iritasi”.
Dikasihlah krim-krim pagi dan malam yang konon katanya ampuh buat ngilangin jerawat.

Semenjak itu, bisa dibilang kegiatan coba-coba kosmetik dan produk kulit pun berkurang (bukan berhenti yak hehehehe). Beberapa kali bahkan sampai sekarang produk yang dibeli cuma bertahan 2-3 kali pakai, karena muka saya langsung berjerawat. Padahal review dari blogger-blogger lain bilang bahwa produk itu oke dan cocok di mereka.

Seharusnya saya sadar dong, bahwa produk itu bagus di mereka tapi belum tentu cocok buat saya. Terakhir kemarin, saya membeli satu set krim pagi dan sabun muka keluaran merk terkenal, yang berakhir di tangan mbakART saya. Itulah… udah saya ini nggak ada kapoknya bebelian saya juga jarang minta sampel produk lebih dulu sebelum beneran beli.
*kesalahan ada pada saya bukan pada produk*

Saat ini saya akhirnya kembali merutinkan buat konsultasi dengan dokter di salah satu klinik kecantikan lagi. (Begitu pindah Jogja jerawat saya muncul lagi ggrrrhhh). Buat saya, saya nggak pengen muka saya jadi putih seputih Sinta tapi yang penting bersih dan cerah. Jadi, saya termasuk “picky” untuk urusan dokter kulit dan klinik kecantikan.

Pernah suatu ketika saya dateng ke klinik kecantikan di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. Begitu masuk ruang dokter langsung ilfil, dokternya mukanya putih mengkilap kinclong sampai keliatan seperti berminyak!. Buat saya itu justru menyeramkan. Apalagi kalau kulit muka yang terlalu putih sampai keliatan belang sama leher dan lengannya. Wew!
Saya justru lebih tenang dan suka kalau kulit wajah dokternya biasa-biasa aja tapi bersih dan cerah. Nggak cuma dokternya, saya bahkan juga merhatiin kasirnya, resepsionisnya, dan pekerja frontliner lainnya di klinik kecantikan itu.

Ujung-ujungnya sih kembali lagi ke kita, rajin apa enggak pakai krim-krim perawatan muka itu. Mau semahal atau sebagus apapun klinik kecantikan atau produknya, tapi kalau pakainya malas-malasan ya hasilnya gak akan bisa maksimal.
*oles-oles krim malam*

5 Comments leave one →
  1. May 13, 2013 10:17 am

    samaaa..sensitiiifff…huhuhu
    dan skrg blm mulai prawatan lg sejak hamil,,kusam X_X

  2. hani wahab permalink
    May 13, 2013 1:39 pm

    sama mbaaak aku juga kalo pas kunjungan merhatiin muka mbak resepsionisnya, sambil mbatin “iiih perawatan gratis kali yah buat dia2…”πŸ˜€

  3. May 14, 2013 8:34 am

    walah aku pas remaja ga jerawatan eh sekarang jerawat di mana-mana. ngga di Jakarta, ngga di sini.. tetep aja jerawatan

  4. May 15, 2013 11:08 am

    wah aku gak pernah perawatan kecantikan ci, wong perawatan kegantengan aja jarang n_n”

  5. May 21, 2013 1:51 pm

    mungkin karena bawaan perempuan mbak, suka sensiπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: