Skip to content

new mom 101

July 5, 2015

Ini buat moms-to-be : Fatchy & Jessy, as requested πŸ˜‹.

Be a Mother, it never crossed my mind before. Tapi, setelah nakCita lahir, rasanya dunia ini jadi jungkir balik. She puts me into another point of view, another perspective of life. Salah satu tweet (atau status path ya, lupak πŸ™ˆ) pertama saya ketika resmi jadi ibu kurang lebih sbb : “kalau skrg masih ngerasa sedikit-sedikit dilarang, mungkin nanti… kalau udah jd orangtua kamu bakal mengerti semuanya.”

Jadi orangtua itu nggak gampang, apalagi kalau dihadapkan pada 2 pilihan yang sama-sama nggak enak. Hari kedua setelah nakCita lahir, semalaman dia nangis, badannya demam. Suster di RS sampai kewalahan, belum lagi kalau nakCita nangis suaranya bisa bikin bayi lain kebangun dan ikut nangis (kebayang kan hectic dan cranky-nya kayak gimana). Kondisi saya waktu itu masih belum bisa lancar ngeluarin ASI. Keesokan paginya, waktu dokter visit dibilang “Ibu, pilihannya ada 2, ibu mau kasih sufor atau mau diinfus pakai cairan (entah apa sy lupa namanya), supaya bayi Ibu tetap dapat asupan dan suhu badannya nggak terus naik.”

Hati ibu mana yang nggan rontok denger komentar seperti itu. Dua-duanya nggak enak, rasanya nggak pengen milih, tapi kami harus pilih salah satu. Saya nggak akan cerita atau bahas soal apa yang kami pilih waktu itu di sini (yang pengen tau boleh japri πŸ˜‹). Saya pengen sharing aja ke calon-calon mama kesayangan saya itu kalau memang kita bisa kasih yang terbaik, kasih lah. Tapi kalau memang kita harus pilih satu dari sesuatu yang banyak-yang-bilang-kurang-baik, cari second opinion sebanyak-banyaknya sebelum menjatuhkan pilihan.

Kalau ditanya, “apa sih yang harus disiapin sebelum lahiran?”. Selain belanja barang bayi (it’s a must, rite moms? πŸ˜‹), buat saya yang paling penting adalah “dukungan lingkungan”. Mau sebaik apapun persiapannya, kalau ternyata lingkungan nggak mendukung metode kita buat ngasuh anak, ya udah bubar jalan semuanya. Ini nggak cuma soal asix vs sufor, obat-obatan vs home treatment, working-mom vs stay-at-home-mom, dll. Ini soal semuanya, i mean it, se-mu-a-nya. Komentar pedas yang kita dengar dari orang lain nggak akan sebegitu menyakitkan, tapi kalau yang bilang itu inner-circle kita (bisa pasangan, orangtua, mertua, sahabat, sodara, or else) rasanya beribu-ribu kali lipat sakitnya. Nggak jarang ujung-ujungnya jadi berantem (which I regret later).

Jadi, sebisa mungkin dari awal (kalau perlu dari waktu masih hamil) sosialisasikan pelan-pelan ke your-inner-circle kalau nanti maunya begini, begitu, ini, dan itu. Kalau perlu, ajak mereka ke seminar parenting, atau sesi hypnobirthing, atau bahkan sekedar konsul ke obgyn atau konsultan laktasi. Semacam itulah. Sayangnya, saya termasuk telat sosialisasi, jadi gesekan dengan inner-circle sering saya alami, dan cukup bikin saya stres sendiri.

Semua yang saya tulis di atas murni dari pengalaman dan opini pribadi saya sendiri. Kalau ada yang mau sharing pengalamannya, silahkan yaaa 😊 feel free.. siapa tau bisa jadi referensi buat calon-calon mama kesayangan saya itu…

Ingaaat :
happy mom = happy baby 😊
mama senang = papa tenang πŸ˜†

love,
mamacita.

13 Comments leave one →
  1. July 5, 2015 11:14 pm

    Bener banget mama cita… satu paham dan satu konsep soal anak di inner circle itu penting, antara susah n gampang nerapinnya…

    siap2 aja klo misal yg ibu bekerja nitipin anak ke ortu ato mertua. klo nitip di daycare ya mau gak mau ikut pola asuh mereka, beda lagi masalahnya klo yg di rumah aja sm nanny ato bahkan diasuh sendiri.. 😊

    • cicianggitha permalink*
      July 5, 2015 11:18 pm

      bisa dramaaaa itu ibuTaro πŸ˜†πŸ˜† kalo jaman dulu istilah kita : “gempa bumiiii” πŸ˜‹πŸ˜‹

  2. July 6, 2015 9:15 am

    isshh kapan hari aq mau nulis soal ini,tp kok ya males..hahaha buatq nomer 1 yg hrs disiapin mental, krn dunia bakal brubah totaaaaallllll..apalg buat yg ngurus anaknya sendiri kyk mama cita, salut to u..smoga mama cita slalu kuat dan sehat :*

    • cicianggitha permalink*
      July 6, 2015 9:24 am

      ada tantangannya sendiri-sendiri sih ya Q… you too yaak, udah mau anak 2, stay setroooong πŸ’ͺ

      • July 6, 2015 9:26 am

        iya bener cici..yg penting qta kuat yaa..oke i willπŸ˜€

  3. July 6, 2015 9:33 am

    buci, ikut nimbrung yaaa..sebelum hamil dan melahirkan, menurut ak pasti siapin mental dan psikologis kita ya sebagai ibu. Dipikir masak-masak apakah kita sudah siap jadi seorang ibu secara mental dan psikologis?itu dulu harus matang, termasuk kita bisa menerima apa gak di jugje or dikomentari positif dan negatif oleh orang lain (termasuk inner circle) hehe..

    Kalau aku sampai saat ini masi belajar untuk menerima judjement dan komentar inner circle ku (kalau orang lain mau sabodo amat :D)..Semoga kita bisa ya buci!

    • cicianggitha permalink*
      July 6, 2015 9:42 am

      yooossh… betul buCor… πŸ’ͺπŸ’ͺ

  4. Che permalink
    July 6, 2015 10:48 am

    yaah komenku semalam ga masuuk ternyata :))

    iyaaa, apalagi kalau misal dari awal yang tadinya ga terlibat dsb tiba-tiba jadi ribet sendiri begitu si baby lahir dan langsung ngasih judgement cemacem. bisa rontok pertahanan mamak naakk… :))

    bismillah, semoga bisa sabar dan menyampaikan dengan lugas keinginan kita sama orang sekitar terutama inner circle. 2 kalimat terakhir yang perlu diingat itu kayanya bakal dijadiin mantra dehπŸ˜‰

    thanks ya mbaCi :* salam kitikkitik buat #dekCita, rindu ketawanyaaa :))

    • cicianggitha permalink*
      July 6, 2015 10:56 am

      kalo kalimat yg paling akhir, itu slogan papacita Chie πŸ˜†πŸ˜† gara2 aku sering marah2 ngga jelas, jd dia suka kena amuk juga πŸ˜… kasiaan…

  5. July 6, 2015 12:54 pm

    Mbakyuuu.. Maacih insight dan wejangannyaa :*
    Msh hamil aja udh suka gerah di komenin kok kecil bgt perut hamilnya, makannya yg banyak dong, dsb.. Aplg ntar yg di komenin anak sendiri ya, bisa makin judes kali aku, hihii…
    Bismillah aja deh smg dilancarkan, dan rencana “sosialisasi” jg sukses..

    Salam buat Cita ya mbaa :*

    • cicianggitha permalink*
      July 6, 2015 1:17 pm

      muahahaha.. cita pun jg lg program boosting bb, demi “lebaran yang lebih baik” (baca: biar ngga dikomen kok kurus πŸ˜†) .

  6. aldi permalink
    July 12, 2015 11:08 pm

    Mendengar saran orang itu harus…
    Tapi keputusan tentunya ada di diri kita sendiri sambil berniat bahea keputusan kita tentunya merupakan yg terbaik untuk keluarga.

    segala macam pilihan2 itu benar, karena kita yg menjalaninya berpendapat pilihan itulah yg terbaik untuk keluarga

    “Menikah itu banyak tanggung jawabnya. Rencanakan. Rencanakan untuk kalian. Rencanakan untuk anak-anak kalian.”
    -Sabtu Bersama Bapak

    Rencana dan keputusan kita semoga selalu menjadi yg terbaik

    …… eh bukan mom boleh ikut komentar kan?

    • cicianggitha permalink*
      July 12, 2015 11:11 pm

      ini nih, insight dari babeh babeh…. πŸ‘πŸ‘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: